LAPORAN PRAKTIKUM ANALISIS PENGUJIAN
LABORATORIUM
NAMA : YOLLA SEPTIANINGNTYAS
KELAS : XI APL 2
MAPEL : AKK
TANGGAL : 21
AGUSTUS 2018
A.
JUDUL : Titrasi asam basa (penetapan kadar Na2CO3 dan NaHCO3
dalam sampel)
B.
TUJUAN :
·
Memahami prinsip kerja pada titrasi karbonat
·
Menentukan kadar karbonat dan hidrogen karbonat dalam
sampel
C. ALAT :
1. Neraca analitik
2. Labu ukur 100 ml
3. Corong gelas
4. Pipet volume 25 ml
5. Gelas kimia 500 ml
6. Buret 50 ml
7. Erlenmeyer 250 ml
8. Pipet tetes
9. Ball filler pipet
10. Botol semprot
D. KARAKTERISTIK BAHAN, BAHAYA, DAN PENGAMANAN
NO.
|
NAMA BAHAN
|
KARAKTERISTIK
|
BAHAYA
|
PENGAMANAN
|
1.
|
Larutan HCl 0,1 M
|
Cair, Bening, Bersifat korosif
|
Iritasi
|
Sarung tangan karet
|
2.
|
Na2CO3
|
Padat, Bubuk putih, Bersifat kaustik
|
Iritasi
|
Sarung tangan karet
|
3.
|
Indikator PP
|
Cair, Bening, Sebagai penentu perubahan
warna
|
-
|
-
|
4.
|
Indikator Metil Jingga
|
Cair, Jingga, Sebagai penentu perubahan
warna
|
-
|
-
|
5.
|
Sampel karbonat dan bikarbonat
|
Padat, Bubuk putih, Bersifat kaustik
|
Iritasi
|
Sarung tangan karet
|
6.
|
Aquades
|
Cair, Bening, Tidak berbahaya
|
-
|
-
|
E. DASAR TEORI
Titrasi adalah proses menentukan kadar suatu
larutan yang belum diketahui konsentrasinya dengan larutan lain (larutan
standar) yang telah diketahui konsentrasinya. Titrasi dibagi menjadi 4 jenis,
yaitu Titrasi asam basa, Titrasi pengendapan, Titrasi redoks, dan Titrasi
kompleksometri. Titrasi asam basa adalah proses menentukan kadar suatu larutan
asam yang belum diketahui konsentrasinya dengan larutan basa yang telah
diketahui konsentrasinya maupun sebaliknya.
Asam adalah zat yang memiliki konsentrasi H+
yang besar, contohnya Asam kuat = HCL, H2SO4 dan Asam lemah = CH3COOH. Basa
adalah zat yang konsentrasi OH- yang besar, contohnya Basa kuat = NaOH, KOH dan
Basa lemah NH4OH.
Rumus yang digunakan:
1. a.Ma.Va = b.Mb.Vb
2. %Na2CO3 = M HCl.Vpp.Mr Na2CO3 x 100%
mg sampel
3. %NaHCO3 = M HCl.(Vmj-Vpp).Mr NaHCO3 x
100%
mg sampel
Indikator adalah larutan yang digunakan untuk
mengindikasikan secara visual dengan adanya perubahan warna. Macam-macam
indikator asam basa, yaitu Lakmus, Metil jingga, Metil merah, Bromtimol biru,
dan PP.
F. LANGKAH KERJA
1. Pembakuan HCl
2. Penentuan kadar karbonat dan hidrogen karbonat
dalam sampel
G. DATA PENGAMATAN
NO
|
PERLAKUAN
|
PENGAMATAN
|
1.
|
Memipet larutan Na2CO3 0,05 M
|
25 ml
|
2.
|
Menimbang sampel A
|
0,6004 gr
|
3.
|
Menimbang sampel B
|
0,2003 gr
|
4.
|
Menitrasi Na2CO3 dengan HCl
|
23,9 ml
|
5.
|
Memipet larutan sampel
|
25 ml
|
6.
|
Larutan sampel I :
Titik akhir titrasi 1
Titik akhir titrasi 2
|
5 ml
23,9 ml
|
7.
|
Larutan sampel II :
Titik akhir titrasi 1
Titik akhir titrasi 2
|
5,9 ml
26,3 ml
|
8.
|
Larutan Na2CO3 dalam erlenmeyer ditetesi indikator
metil jingga sebanyak 3 tetes
|
Sebagai pengindikasi perubahan warna dari
kuning menjadi peach
|
9.
|
Larutan sampel dalam erlenmeyer ditetesi
indikator PP sebanyak 3 tetes
|
Sebagai pengindikasi perubahan warna dari
merah muda menjadi bening
|
10.
|
Larutan sampel setelah TAT 1 ditetesi
indikator metil jingga sebanyak 3 tetes
|
Sebagai pengindikasi perubahan warna dari
kuning menjadi peach
|
H. PERHITUNGAN
I. PEMBAHASAN
Percobaan kali ini adalah penentuan kadar
karbonat dan hidrogen karbonat dalam larutan. Tujuannya untuk menentukan kadar
karbonat dan bikarbonat dala larutan secara asimetri dan penggunaan indikator
ganda.
Menghancurkan senyawa-senyawa organik yang
digunakan sebagai indikator kemudian menyiapkan larutan dari campuran Na2CO3
dan NaHCO3 di dalam 3 buah erlenmeyer masing-masing 25 ml. Pada prinsip
percobaan ini adalah ketika larutan yang tak berwarna ditetesi PP akan berubah
menjadi warna merah muda. Indikator PP merupakan asam diprotik dan tidak
berwarna. Indikator ini terurai dahulu menjadi berwarna dan kemudian dengan
hilangnya proton kedua menjadi ion dengan sistem terkongjugan menghasilkan
warna merah, kemudian larutan ditetesi dengan indikator metil jingga. Saat
ditetesi indikator ini, larutan berubah menjadi kuning lalu dititrasi
menggunakan larutan HCl 0,1 M. Titrasi dihentikan ketika muncul warna orange
jingga.
Pada percobaan kedua, penetesan metil jingga
kelebihan 1 tetes. Seharusnya metil jingga harus 3 tetes tetapi karena
kelebihan sehingga pada titrasi memakan agak lama. Dari percobaan tersebut
dapat ditentukan moralitas HCl dan persentase kadar Na2CO3 dan NaHCO3.
Dan dari percobaan kali ini, pola didapatkan
volume HCL yang menitrasinya serta dapat diketahui volume pada penentuan kadar
karbonat dan bikarbonat larutan tersebut. Ini mengindikasikan bahwa larutan
berada pada trayek 8,2-10,5. Pada tahap ini, semua ion OH- akan bereaksi
menghasilkan air, sedangkan ion CO3 2- akan bereaksi dengan H+ dan menghasilkan
ion HCO3 -.
Pada prinsipnya, percobaan ini adalah ketika
campuran ditetesi metil jingga akan berubah menjadi peach.
J. GAMBAR
K. KESIMPULAN
1.
Didapatkan kadar Na2CO3 sebanyak 6,92 %
2.
Didapatkan kadar NaHCO3 sebanyak 20,45 %
L. DAFTAR PUSTAKA



Tidak ada komentar:
Posting Komentar